Bupati Boltim Sebut Guru Adalah Rahim Bangsa Indonesia

Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto
Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto

MEDIAsatu.co- Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, MSi, menyebutkan guru adalah rahim bangsa. Sehingga itu, kemajuan suatu bangsa dan daerah ditentukan oleh para guru.

Meski demikian, bupati mengatakan secara faktual ternyata guru-guru Indonesia termasuk di Kabupaten Bolaang  Mongondow Timur banyak yang belum merdeka. Namun, dengan keadaan guru seperti itu, bupati mengakui sebagai pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak dikarenakan kebijakan pemerintah pusat ke pemerintah daerah itu sangat terbatas.

“Ada dua puluh persen anggaran yang diberikan kepada guru-guru. Mandatoris dari total APBD ada dua puluh persen yang dianggarkan, tapi itu pun dianggap masih terlalu kecil untuk menjamin sebuah kata kemerdekaan untuk para guru, “ ungkap bupati, saat rapat dan diskusi bersama seluruh guru di Kabupaten Boltim, di kantor bupati Jumat (25/11/2022).

Menurut bupati, di negara-negara lain guru-guru itu dimakmurkan dan disejahterakan, tapi di Indonesia masih banyak yang menderita. Masih banyak guru yang hidup dibawah garis kemiskinan, tapi dia rela membaktikan hidupnya, rela membaktikan kesehariannya, bahkan meninggalkan anak-anaknya dirumah hanya untuk datang ke sekolah untuk mengajar kepada anak-anak orang yang mampu.

“Itulah mulianya seorang guru, “ sebut bupat.

Bupati pun menceritakan, bagiamana Negara Jepang menghormati gurunya. Pada saat Jepang itu bom oleh sekutu, hancurlah Kota Hirosima dan Nagasaki dan kemudian panglima perang menghadap kepada kaisar.

“Kaisar kita sudah kalah, negara sudah hancur. Tapi kaisar menjawab hitung jumlah guru yang tersisah, kita akan bangun lagi Jepang dalam sepuluh tahun kedepan. Dan terbukti, Jepang tidak menjajah lagi menggunakan senjata kepada dunia, tapi dia (Jepang) menjajah secara ekonomi, semua produk Jepang digunakan seluruh dunia bahkan di Indonesia. Itu adalah bentuk penghormatan Jepang terhadap gurunya, “ papar bupati.

Bupati melanjutkan, rapat kemarin antar bupati, sekretaris daerah (sekda) dan seluruh SKPD sangat alot membicarakan pos mana yang akan dipotong, tapi ia sampaikan kepada sekda jangan pernah mengoreh atau memotong hak para guru.

“Tegas saya sampaikan kepada pak sekda, jangan memotong hak para guru kenapa? Karena guru adalah rahim bangsa Indonesia. Guru melahirkan orang-orang cerdas, melahirkan orang-orang pintar dan hebat yang bakal memimpin Indonesia dan memimpin daerah, “ ujar bupati.

Lebih lanjut bupati menyampaikan, tadi waktu upacara ia meneteskan air mata ketika melantunkan lagu terima kasihku guruku. Dikatakan bupati, ia teringat betapa besar jasa gurunya terhadap dirinya, karena memanusiakannya hingga sekarang menjadi seorang bupati. Itu kata bupati berkat jasa seorang guru.

“Saya adalah orang yang sangat menghormati guru saya, tapi di hari guru nasional yang kita peringati saat ini guru belum seratus persen merdeka, “ ucap bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini pun berharap, Menteri Pendidikan mendengarkan pidatonya, bahwa sebenarnya guru-guru di Indonesia itu tidak merdeka.

“Seandainya saya menjadi pemimpin lebih tinggi dari sekarang ini, mungkin dari seluruh rakyat Indonesia maka yang pertama akan saya makmurkan adalah gurunya, “ pungkas bupati yang punya segudang pengalaman di dunai jurnalistik.

(FL)