PWI Boltim dan PT ASA Ajari Siswa SMAN 1 dan SMKN 1 Kotabunan Cara Menulis Berita

MEDIASATU.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersama PT Arafura Surya Alam (ASA) menggelar pelatihan dasar jurnalistik bagi siswa SMAN 1 Kotabunan dan SMKN 1 Kotabunan, pada Senin (21/9/2026).

Dalam pelatihan itu, para siswa mendapatkan materi mengenai dasar-dasar penulisan berita, khususnya penerapan unsur 5W+1H, yakni What, Who, When, Where, Why, dan How.

Materi 5W+1H disampaikan oleh Faruk Langaru, wartawan Utama sekaligus Penasehat PWI Boltim. Ia menjelaskan bahwa penguasaan 5W+1H merupakan salah satu dasar penting yang harus dipahami oleh setiap orang yang ingin belajar menulis berita.

Menurut Faruk, sebuah berita harus mampu memberikan informasi yang lengkap kepada pembaca, mulai dari apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan dan di mana peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa itu terjadi, hingga bagaimana proses kejadiannya.

“Menulis berita bukan hanya sekadar menulis apa yang kita lihat atau dengar. Seorang penulis harus mampu menggali fakta dan menyusunnya secara jelas sehingga pembaca mendapatkan informasi yang utuh,” ujar Faruk.

Ia juga mendorong para siswa untuk mulai membiasakan diri mengamati berbagai peristiwa di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi tulisan.

“Tidak perlu menunggu menjadi wartawan untuk belajar menulis. Dari lingkungan sekolah, kegiatan masyarakat, olahraga, maupun kegiatan positif lainnya, semuanya bisa menjadi bahan untuk belajar menulis,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Boltim Erwin Winerungan memberikan materi mengenai proses mendapatkan informasi hingga menjadi sebuah berita.

Di hadapan para siswa, Erwin menekankan pentingnya memastikan informasi yang diperoleh berasal dari fakta di lapangan dan melalui proses verifikasi sebelum dipublikasikan.

Menurutnya, seorang jurnalis harus mampu membedakan informasi yang benar-benar terjadi dengan informasi yang belum terverifikasi. Hal tersebut penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan tidak cukup hanya mendapatkan informasi dari satu sumber. Informasi perlu diperiksa dan dikonfirmasi agar berita yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan, “ jelas Erwin.

Selain Faruk dan Erwin, sejumlah pengurus PWI Boltim dan  pengurus PWI Sulut turut terlibat dalam memberikan materi dan pendampingan kepada para peserta, yakni Yaman Igirisa, Gazali Ligawa, Sunadio Jubair, Muhamat Kartorejo, Mikdat Ligawa dan Gunawan Mamonto.

Selain jurnalistik, pelatihan tersebut juga membahas media sosial dan literasi media yang disampaikan oleh perwakilan PT ASA, yakni Ersan Paputungan.

Sekolah Apresiasi Pelatihan Jurnalistik

Kepala SMAN 1 Kotabunan, Tuti Damopolii, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan jurnalistik yang digelar PWI Boltim bersama PT Arafura Surya Alam.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan bagi para siswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan menulis sekaligus memahami informasi yang beredar di lingkungan mereka.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan siswa, baik dalam kegiatan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Media Relations PT ASA, Abiyoso mengatakan, pelatihan dasar-dasar jurnalistik di tingkat SMA dan SMK yang dilaksanakan bersama PWI Boltim diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para siswa.

“Harapannya, pelatihan dasar-dasar jurnalistik di tingkat SMA/SMK oleh Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini dapat menambah ilmu bagi siswa dan siswi di sekolah,” ujarnya.

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Media Relations PT ASA, Rifsan Makangiras dan Dwiki Salila.***