MEDIAsatu.co, MANADO – Kepolisian Republik Indonesia menekankan penguatan fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) sebagai strategi utama membangun kepercayaan publik. Penegasan itu disampaikan dalam pengarahan Kakorbinmas Polri Irjen Pol Kalingga Rendra kepada jajaran Binmas se-Pulau Sulawesi di Mapolda Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (9/4/26).
Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso dan Dirbinpotmas Korbinmas Polri Brigjen Pol Nutsyah Putra. Pesertanya meliputi para direktur Binmas, kepala satuan Binmas, Bhabinkamtibmas, serta staf Dit Binmas di lingkungan Polda Sulut.
Dalam sambutan Kapolda Sulut yang dibacakan Irwasda, Amin Litarso menyatakan fungsi Binmas tidak lagi bisa diposisikan sebagai pelengkap dalam struktur kepolisian. Menurut dia, peran tersebut justru menentukan kualitas hubungan Polri dengan masyarakat.
“Binmas menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik,” kata Amin.
Ia menilai pendekatan preventif dan humanis yang dijalankan Binmas berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan, terutama di tingkat komunitas. Karena itu, personel Binmas dituntut tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelayan dan mitra masyarakat.
Amin menyoroti peran Bhabinkamtibmas sebagai aktor kunci di lapangan. Keberadaan mereka, kata dia, harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menjadi penghubung dalam penyelesaian persoalan sosial.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong penerapan nilai kearifan lokal Sulawesi Utara, seperti “Si Tou Timou Tumou Tou” dan “Torang Samua Basudara”, dalam praktik pelayanan kepolisian.
Menurut Amin, masyarakat tidak menilai institusi dari pangkat atau jabatan, melainkan dari respons dan kehadiran nyata aparat saat dibutuhkan.(**)
Editor: wan golonda










