MEDIASATU..CO, MANADO – Aksi demonstrasi di Mabes Polri beberapa waktu lalu yang menyudutkan Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si, dikecam oleh masyarakat dan warga Bolaang Mongondow Timur.
Pasalnya, massa aksi yang mengatasnamakan mahasiswa tersebut diduga bukan berasal dari Boltim.
Hal ini mencuat setelah dilakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa tidak ada keterlibatan mahasiswa asal Boltim dalam aksi tersebut.
Sekretaris Forum Keluarga Bogani (FKB), Safrudin Harmain, mengecam keras aksi tersebut. Ia menilai demonstrasi yang dilakukan tidak mencerminkan aspirasi masyarakat Boltim.
“Kami ingin meluruskan bahwa Kapolres Boltim adalah sosok yang baik. Apa yang disampaikan oleh para pendemo di Mabes Polri tidak benar. Anehnya lagi, mereka diduga bukan mahasiswa asal Sulawesi Utara. Hal ini sudah kami konfirmasi langsung di Jakarta,” ujar Safrudin di Manado, Sabtu (25/4/2026).
Senada dengan itu, sejumlah mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado juga memberikan klarifikasi. Mereka menyatakan bahwa Kapolres Boltim dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat dan kerap membantu warga yang menghadapi permasalahan.
“Kapolres itu orang baik. Jadi kalau ada aksi yang menjatuhkan beliau, kami menilai itu bukan berasal dari masyarakat Boltim,” ungkap para mahasiswa.
Pernyataan ini sekaligus memperkuat dugaan bahwa aksi demonstrasi tersebut tidak mewakili suara mahasiswa maupun masyarakat Bolaang Mongondow Timur.(wan)










