PemkabBolmutbanner 728x250
Boltim  

Keputusan Bijaksana Jingga Badrani Mamonto Yang Memilih tak Ikut Pemilihan Uyo-Anu Boltim Meski Didorong Kalangan Milenial

Jingga Badrani Mamonto
Jingga Badrani Mamonto

MEDIAsatu.co – Pemillihan Uyo-Anu Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tak lama lagi akan segerah di gelar. Agenda yang tak sempat di adakan tahun lalu karena pandemi Covid, kini akan kembali digelar bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Boltim.

Informasi media ini, dimana puluhan putra-putri Boltim telah mendaftarkan diri dalam pemilihan Uyo-Anu Boltim.

Meski demikian, ada yang menarik pada pemilihan Uyo-Anu kali ini, dimana ketidak ikut sertaan Putri Bungsu Bupati Boltim yakni Jingga Badrani Mamonto.

Jingga yang didorong oleh kalangan milenial Boltim ini untuk bisa bersaing dalam pemilihan Uyo-Anu, ternyata justru tidak mendaftarkan dirinya sebagai peserta.

Meskipun anak seorang bupati, tak lantas Jingga merasa Jumawa, ia malah memilih tak ikut serta dalam ajang Uyo-Anu lantaran memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah.

Dihadapan media Jingga mengungkapkan bahwa apabila dia ikut pemilihan Uyo-Anu Boltim lalu menang, maka akan ada tanggapan negatif, sebaliknya apabila kalah juga pasti akan tanggapan negatif.

“Saya tidak mau terjadi resistensi apabila saya ikut, ayah saya adalah bupati, apabila menang mereka pasti akan mengangap jurinya berpihak pada anak bupati, dan ketika kalah maka pasti juga akan di olok-olok masa anak bupati kalah” ujar siswi SMA jurusan fisika ini.

Dia pun mengatakan sebaiknya ia tidak ikut tapi akan mensuport anak-anak Boltim yang ikut nanti.

“Saya akan mensuport saja teman-teman yang akan ikut lomba pemilihan Uyo-Anu Boltim,” ucap gadis berparas cantik ini.

Sementara itu, Ketua Tim Pengerak PKK Boltim Seska Ervina Budiman S.sos, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa apabilah Jingga ikut di khawatirkan akan ada benturan kepentingan. Juri juga pasti tidak akan objektif menilai sebab Jingga adalah anak bupati.

“Kami rasa Jingga tidak perlu ikut tapi harus mensuport kegiatan ini. Jingga cukup jadi penonton untuk penyemangat peserta saja, ” ungkap mantan anggota DPRD Boltim ini.

Seska juga mengatakan, bahwa Ayahnya (Bupati) hanya mengatakan bahwa sebaiknya untuk Uyo-Anu diberikan kepada putra-putri Boltim, biarkan mereka yang berkompetisi.

Sementara kepala Dinas Pariwisata Boltim, Eko Marsidi menyayangkan ketidak ikutan Putri Bupati Boltim itu.

Eko mengatakan bahwa Jingga memiliki kemampuan dan memikiki peluang untuk terpilih sebab dia memiliki hobi membaca jadi kaya akan pengetahuan. Jingga juga memiliki kemampuan bahasa ingris yang baik, serta kemampuan mengusai panggung.

“Jadi menurut saya bukan karena dia anak seornag bupati, tapi Jingga memiliki kemampuan untuk ikut dalam pemilihan Uyo Anu. Tapi sayangnya dia tidak mendaftar. Saya menilai ini adalah keputusan yang sangat bijaksana dari Putri Bupati Boltim ini, ” ujar Eko.(**/Rill)