Program Kawin Suntik pada Sapi di Boltim Mulai Menunjukan Hasil  

oleh -
foto ist
foto ist

MEDIAsatu.co, Boltim – Program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik pada sapi yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Bidang Peternakan mulai menunjukan hasil.

Hal tersebut dibuktikan dengan lahirnya bayi sapi hasil kawin silang di beberap desa wilayah Kecamatan Modayag.

“Alhamdulillah sektor peternakan di Boltim mulai membuahkan hasil, “ kata Kepala Dinas Pertanian Boltim, Mat Sunardi Jumat (15/4/2022).

Menurut Sunardi, untuk Boltim sendiri program kawin suntik atau inseminasi buatan dimulai tiga tahun lalu diwilayah Kecamatan Modayag khususnya Desa Candi Rejo, Liberia, Liberia Timur dan Desa Purworejo.

“Wilayah ini kami pilih karena masyarakatnya sudah terbiasa dengan ternak sapi sejak zaman dulu. Sehingga ketika program ini keluar langsung direspon. Selanjutnya secara bertahap kita akan kembangkan dan edukasi pada kecamatan lainnya, “ terangnya.

Sunardi pun mengatakan bahwa program ini akan terus dimatangkan sebab dampaknya sangat positif terhadap peternak sapi dalam meningkatkan populasi dan kualitas.

“Program ini diandalkan karena efektif dalam meningkatkan populasi dan kualitas sapi. Dengan progrma IB dapat diperoleh sapi dengan nama Lemosin yang bila dipelihara dengan baik sapinya bisa mencapai diatas 500 kilogram, “ katanya.

Sementara untuk pakan menurutnya, itu tidak sulit mendapatkannya, karena pakan alami seperti rumput gaja dan rumput odot. Bahkan peternak sudah banyak yang menanam rumput odot sebagai bahan pakan alami.

Namun yang menjadi kendala sekarang ini dikatakan Sunardi, mereka masih kekurangan atau keterbatasan tenaga Inseminator. Di Boltim yang sudah terlatih dan berserifikat baru 2 orang.

“Ini kendalanya jika program disasar untuk menjangkau 81 desa, karena inseminator harus dilatih selama 3 bulan di balai pelatihan hewan di Lembang, Bogor atau Malang, “ ungkapnya.

“Tahun ini kita akan kirim 1 orang lagi utuk dilatih. Insya Allah secara bertahap bisa terpenuhi. Idealnya 1 kecamatan  2 orang inseminator lengkap dengan sarananya, “ ujarnya.(Rill)