MEDIAsatu.co, BOLMUT – Aroma kemewahan di tengah penderitaan rakyat kembali menyeruak dari gedung DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Ketua DPRD Bolmut, Franki Cendra, kini jadi sorotan tajam publik usai ngotot membelanjakan pembelian mobil dinas mewah senilai kurang lebih Rp700 juta.
Langkah kontroversial tersebut sontak menuai kecaman keras. Ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Bolmut, Fadli Alamri, dengan lantang mendesak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) agar segera mencopot Franki Cendra dari kursi Ketua DPRD.
Menurut Fadli, tindakan Franki yang memprioritaskan kenyamanan pribadi dengan fasilitas mewah sangat melukai hati masyarakat yang tengah berjuang di tengah kondisi ekonomi sulit.
“Ketika rakyat menjerit, ketika efisiensi anggaran menjadi tuntutan nasional, justru Ketua DPRD Bolmut tega menghamburkan anggaran untuk mobil mewah. Ini jelas bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi rakyat,” tegas Fadli, rabu (3/9/25).
Ia menilai, sikap arogan tersebut bukan hanya merusak citra DPRD, tetapi juga mencoreng nama besar PDIP sebagai partai pengusung. Karena itu, menurut Fadli, jalan terbaik adalah PDIP mengambil langkah tegas dengan mencopot jabatan Franki Cendra demi menjaga marwah partai dan kepercayaan publik.
Kemarahan publik pun kian membesar di berbagai ruang diskusi, baik di warung kopi hingga media sosial. Warga mempertanyakan nurani para wakil rakyat yang seharusnya menjadi garda terdepan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru berlomba memuaskan gaya hidup elite.
“Kalau masih ada rasa empati, Ketua DPRD harusnya menolak fasilitas mewah. Jangan di atas penderitaan rakyat, mereka pesta pora dengan uang negara,” tambah Fadli dengan nada keras.(wan golonda)










