PemkabBolmutbanner 728x250

Tingkatkan Kapasitas, Lembaga Adat se-Boltim di Bimtek

MEDIAsatu.co – Kekinian dan hebat. Itulah kata yang pantas dialamatkan kepada Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si.

Ia adalah sosok yang sangat peduli terhadap kebudayaan dan adat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Sejak dilantik sebagai bupati, perhatiannya terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat sangatlah besar.

Bahkan karena kepeduliannya terhadap budaya sehingga bupati pilihan rakyat ini dianugerahi gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) oleh Keraton Surakarta.

Karena itu, demi menjaga peninggalan Leluhur di Timur Totabuan, seluruh Lembaga Adat di Bolaang Mongondow Timur di bimtek dengan tujuan peningkatan kapasitas.

Kegiatan bimtek itu dilaksanakan pada Jumat 11 Agustus 2023 di Hotel The Sentra, Minahasa Utara, dan di buka langsung oleh bupati sekaligus sebagai pemateri.

Dihadapan lembaga adat, pimpinan daerah ini kemudian mengupas tentang pentingnya sebuah budaya dan adat istiadat untuk diterapkan ditengah-tengah masyarakat.

Ia mengatakan bahwa adat adalah sebuah gagasasan kebudayaan yang mengatur tingkah laku setiap manusia, sehingga sangat lazim dilakukan dalam satu kelompok masyarakat karena adat ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur nenek moyang.

“Pentingnya pelestarian adat istiadat dan budaya kepada masyarakat karena sudah jelas di atur dalam undang-undang bahwa negara sangat menghormati adat, “ ujar bupati.

Dia juga mengatakan, dengan masuknya era teknologi hal ini tentu sudah mengikis budaya dan kearifan lokal. Bahkan akibat kondisi itu, di Indonesia kini mulai nampak perubahan di tengah masyarakat, contohnya pola makan, berbicara dan cara bergaul.

“Kenapa demikian, hal itu karena telah mengikuti tekhnologi yang semakin canggih. Itu yang harus kita perbaiki, karena sebuah daerah tanpa adat sama halnya sebuah daerah tanpa agama, dan daerah itu pasti akan binasa jika tidak ada adat istiadat yang mengatur, “ paparnya.

Diakhir materi, mantan Ketua DPRD Boltim ini mendorong lembaga adat agar dapat mempertahankan keberlangsungan adat istiadat dan budaya yang ditinggalkan para leluhur.

“Saya meminta kepada semua lembaga adat agar bersama-sama berkomitmen bersama pemerintah merawat dan melestarikan kearifan lokal yang ditinggalkan nenek moyang kita, “ tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rahman Hulalata sebagai pihak pelaksana bimtek kepada media mengatakan bahwa melalui kegiatan ini para tokoh adat lebih mengetahui dimana kedudukannya sebagai tokoh adat.

“Bimtek ini dilakukan dengan maksud untuk memberikan pengetahuan dan wawasan dalam upaya meningkatkan peran dan pengetahuan lembaga adat serta tokoh adat dalam penerapan hukum adat di wilayah kerjanya masing-masing, ” kata Rahman.

Turut hadir juga dalam acara ini, para Asisten, Anggota DPRD Boltim, Budayawan Bolmong, Staf Khusus Bupati, Camat serta Sekdes sebagai pendamping lembaga adat.

(Rill)