PemkabBolmutbanner 728x250
Boltim  

Program 1 Desa 2 Santri Mulai Jalan, Ini Pesan yang Disampaikan Bupati

Santri Pesantren Miftahul Khoir Buyat laksanakan upacara/foto ist
Santri Pesantren Miftahul Khoir Buyat laksanakan upacara/foto ist

MEDIAsatu.co, Boltim-Selain mengedepankan pembangunan fisik infrastruktur, Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sam Sachrul Mamonto, juga menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni membangun mental spiritual pada anak juga sebagai skala prioritas dalam pemerintahannya.

Hal itu tampak terlihat pada salah satu program bupati yang mulai berjalan tahun ini adalah program 1 desa 2 santri. Program ini telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat pada tanggal 2 Maret 2022.

“Saya minta kepada para sangadi (kepala desa) untuk terus mensosialisasikan program ini, “ ujar bupati, Selasa (30/5/2022).

Lanjut bupati, meski demikan untuk tahun anggaran ini setiap desa diperbolehkan mengutus 1 santri dulu, dikarenakan keterbatasan anggaran.

“Tahun ini 1 santri dulu untuk 1 desa. Setiap santri yang akan mondok di Pesantren Miftahul Khoir Buyat biayanya sudah ditanggung oleh Pemkab Boltim, “ terang bupati.

Dikatakan bupati, bahwa yang diutamakan dalam program ini bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu.

“Silakan langsung melapor ke pemerintah desa masing-masing, nantinya pemerintah desa yang memiliki kewenangan memilih perwakilan yang akan dikirimkan menjadi santri di Pondok Pesantren, “ kata bupati.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat Kyai Abdurrahman Modeong mengatakan, pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pada pekan lalu.

“Pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pekan lalu, nantinya para santri disini akan mengikuti pendidikan formal di Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setara SMP dan Madrasah Aliyah (MA) setara SMA, “ kata Abdurrahman.

Menurutnya, para santri di pesantren ini nantinya akan diajarkan berbagai  pengetahuan dan pendalaman tentang agama islam.

Selain itu juga, yang menjadi keunggulan pondok pesantren ini adalah pembelajaran Kitab Kuning atau kitab yang dituliskan oleh ulama Salaf dari generasi Tabi’in yang saat ini dipelajari di pondok-pondok pesantren besar di Pulau Jawa. Kemudian bidang tauhid yang merujuk ke Imam Al Asy’ari dan Taturidi, bidang Fiqih, Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hambali, bidang Tasawuf, Imam Al Gozali dan lain-lain.

Sedangkan untuk para tenaga pengajar (ustadz) disini juga keluaran dari Ponpres Miftahul Khoir Tasikmalaya, Pesantren Riyadul Solihin Ciamis.

“Ini adalah keunggulan pondok pesantren kita, “ papar Abdurrahman.

(Rill)