PemkabBolmutbanner 728x250
Opini  

Pilgub Sulut 2024, Ketika Tokoh BMR Menaikan Digit Suara Pasangan Calon

foto ist
foto ist

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) 2024, masih tiga tahun lagi Namun, sejumlah nama mulai bermunculan di media sosial (medsos). Bahkan mulai memanas dalam diskusi ringan disejumlah warung kopi diwilayah Bumi Nyiur Melambai.

Sebut saja Steven Kandouw. Steven dianggap sebagai kandidat terkuat. Wakil dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) ini diyakini bakal meneruskan kiprah OD di 2024 mendatang karena dianggap sudah mumpuni.

Bahkan OD bersama PDI-Perjuangan akan habis-habisan memenangkan mantan Ketua DPRD Sulut untuk meneruskan tongkat estafet sebagai Gubernur Sulut selanjutnya.

Meski demikian, Steven bakal mendapat batu sandungan dari kompetitornya. Seperti, bupati dan wali kota yang sekarang ini masih menjabat, diantaranya nama Elly Lasut. Bupati Kepulauan Talaud ini dipastikan bakal maju pada pesta demokrasi lima tahunan.

Elly Lasut dianggap lawan berat. Pasalnya, bupati dua periode Kepulauan Talaud ini memiliki basis militan dan pendukung fanatik.

Selain itu, ada juga kepala daerah dari PDI Perjuangan, yakni James Sumendap Bupati Minahasa Tanggar, Andrei Angouw Wali Kota Manado dan Joune Ganda Bupati Minahasa Utara. Sejumlah nama ini diprediksi bakal maju meramaikan Pilgub Sulut nanti.

Tak lupa juga mantan Wali Kota Manado dua periode Vicky Lumentut dan Eks Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu. Kedua tokoh populis ini  masih sangat dirindukan warga Sulut. Sebab keduanya punya basis massa selama menjabat bupati.

Menghangatnya peta politik di 2024,  tak luput dari peran berbagai polling, baik media sosial maupun lembaga survey, yang akan meramaikan situasi tersebut.

Nama-nama yang muncul sebagai bakal calon gubernur seperti telah disebut diatas, jelas memiliki kelebihan masing-masing. Sehingga menurut saya sulit mencari pembeda diantara mereka.

Kesulitan itu karena semuanya seimbang. Sehingga untuk menentukan  pembeda antara mereka adalah sosok calon wakil gubernur.

Menurut saya, calon wakil gubernur bisa saja akan menaikan digit kekuatan electoral yangg kemudian bisa berbeda dari bakal calon lain, maka pasangan bakal calon wakil kepala daerah sangat menentukan.

Jika figur itu populer dan memiliki reputasi yang baik, maka pengaruhnya akan bergerak naik. Apalagi figur itu melekat identitas khusus..

Saya mencontohkan seperti latar belakang agama, etnik ataupun faktor kewilayahan. Jika semua bakal calon gubernur yang disebut-sebut banyak didominasi oleh etnik Minahasa dan Kristen, maka etnik-etnik lainnya akan menjadi laku. Seperti etnik Nusa utara atau etnik Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Figur di dua etnik ini, bukan hanya melekat identitas wilayah tapi memang kapasitas dan kualitas tokoh-tokohnya sangat mumpuni dan punya reputasi bagus.

Sangat wajar jika ada beberapa bakal calon gubernur sangat tertarik mengajak figur di dua wilayah tersebut untuk dipaketkan sebagai bakal calon wakil gubernur.

Salah satu nama yang sering disebut media adalah Sehan Lanjar. Eks Bupati Bolaang Mongondow Timur ini paling banyak dilirik. Pertama, beliau masuk jajaran pengurus DPP PAN.

Sehan Landjar merupakan mantan bupati di salah satu kabupaten di BMR. Sehingga jika Sehan menjadi calon wakil Gubernur, maka akan berpotnsi menaikan digit pasangan.

Tak cuma Sehan Landjar. Ada juga tokoh BMR di DPR RI, fraksi PDI Peruangan Herson Mayulu dan lima kepala daerah BMR. Mereka berpontensi bakal maju sebagai wakil gubernur. Ada nama Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soeprejo Mokoagow, Bupati Bolaang Mongondow Utara, Depri Pontoh, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara dan Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sam Sachrul Mamonto.

Jika calon gubernur saya sebutkan diatas mengambil tokoh BMR sebagai calon wakilnya, bisa pastikan mereka meraup suara yang signifikan, bahkan bisa memenangkan Pilgub Sulut 2024.

Tetap karena 2024 pilkada serentak nama Yasti, Sachrul dan Iskandar bakal kemungkinan akan maju lagi sebagai calon bupati di daerahnya masing-masing sebab tiga nama tersebut jabatan bupatinya baru satu periode. Yang tersisah adalah Sehan Landjar, Tatong Bara, Herson Mayulu dan Depri Pontoh. Ini sangat menarik, 2024 pasti ada kejutan.

Faruk Langaru