PemkabBolmutbanner 728x250

Ketua TP PKK Boltim Terus Dorong Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

MEDIAsatu.co, Boltim- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Ny, Seska Ervina Budiman Mamonto, S,Sos, menghadiri kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diselenggarakan oleh Dinas PPPA dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, Jumat (8/12/2022).

Pada kesempatan itu Seska mendorong kepada semua yang hadir agar dapat menyamakan persepsi bersama, sehingga dapat memberikan efek jera kepada para pelaku kekerasan pada perempuan dan anak.

“Ketika kita mampu bersinergi dalam penanganan kasus seperti saat ini, maka pasti akan dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, “ kata Seska.

Ia juga mendorong kepada para Duta yang barusan dilantik agar terus melakukan sosialisasi dan peran dilingkungan masing-masing.

“Penguatan berbagai langkah pencegahan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan harus konsisten dilakukan, untuk menekan angka kasus kekerasan,” ujarnya.

Ketua Bunda Literasi Boltim ini juga berpesan kepada para siswa sekolah yang turut hadir di acara itu, agar dapat membatasi penggunaan handphon.

Menurut dia, penggunaan handphone oleh pelajar juga sangatlah penting tapi harus membutuhkan peran orang tua dalam pengawasannya. Supaya teknologi ini tidak memberikan dampak negatif terhadap anak-anak.

“Saya berharap, orang tua sebagai tempat anak pertama kali memperoleh pendidikkan dapat mengantisipasi dampak negatif dari teknologi. Teknologi memang penting tapi ada tempat dan batasan untuk menggunakannya, “ imbuh Mama Icat, sapaan akrab Ketua TP PKK Boltim.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, Dr, Ir, Jeffry Sonny Warokka, P.hD saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan berdasarkan data yang dilaporkan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, dimana jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Boltim mencapai 84 kasus, diantaranya kasus perempuan 17 orang dan kasus anak 67 orang.

Menurutnya, kasus yang paling banyak menjadi korban adalah anak usia 13-17 tahun, dimana termasuk usia sekolah SMP-SMA. Bahkan dari jumlah kasus tersebut, terbanyak didominasi oleh kasus kekerasan seksual dengan total 41 kasus yang terdiri dari Cabul 15 kasus dan persetubuhan 26 kasus.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada semua pihak dapat bergerak dan bersumbangsih bersama demi menekan angka kekerasan di Kabupaten Boltim.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, sebab masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu global yang dihadapi semua negara, termasuk Indonesia yang saat ini masih memiliki angka kasus yang cukup tinggi, “ kata Sekda.

(Rill)