PemkabBolmutbanner 728x250

Bupati Boltim Buka Festival Budaya Jawa Seri II

MEDIAsatu.co, Boltim – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto menjadi trending dan viral dimana-dimana lantaran bisa menyatukan ide dan gagasan dalam satu kesatuan suku bangsa melalui festival budaya.

Sachrul menjadikan perbedaan etnis dan budaya sebagai modal utama instrumen pembangunan. Karenanya, pondasi tersebut terus diperkuat dan dirawat penuh totalitas.

Festival Budaya Jawa atau Java Culture Festival Seri II yang berlangsung selama lima hari sejak 31 Mei hingga 4 Juni 2023 di Lapangan Arjuna Purworejo, Kecamatan Modayag Barat, Boltim, Sulawesi Utara, sebagai bukti karya nyata konsep Bhineka Tunggal Ika yang digagas oleh Bupati Sachrul.

Disisi lain, efek dari festival tersebut adalah perputaran ekonomi yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Pasalnya, selama festival digelar ada ribuan orang datang dan membelanjakan uangnya di tempat ini.

Dalam acara puncak Java Culture Festival Sachrul menegaskan, komitmennya dalam merawat serta melestarikan adat dan budaya yang ada di Bolaang Mongondow Timur.

“Negara kita dikenal dengan keragaman adat budaya yang ditinggalkan oleh leluhur, kita sebagai anak bangsa wajib untuk terus melestarikan budaya. Kenapa ini saya lakukan? tentu untuk melestarikan budaya, “ ungkap Sachrul.

Sachrul mengakui bahwa meskipun ia orang atau suku mongondow tetapi dia sangat menghargai adat suku lain termasuk adat Jawa, karena Bolaang Mongondow Timur sendiri tentu ada masyarakat Jawa yang datang kesini dibawa oleh Belanda pada tahun 1928.

“Ini yang harus kita lestarikan dan ceritakan kepada anak cucu kita, tidak boleh kita lupakan sejarah, maka ketika saya dilantik menjadi bupati saya berkomitmen mengangkat seluruh budaya yang ada di Bolaang Mongondow Timur, “ kata Kanjeng Raden Tumenggung, gelar yang disematkan Keraton Surakarta kepada satu satunya Bupati di Sulawesi Utara ini.

Sachrul mengatakan, pelaksanaan Java Culture Festival ini bakal di ambil alih oleh Kementrian Pariwisata apabila dilaksanakan tiga kali secara berkesinambungan.

“Ini kedua kali festival Jawa dilaksanakan. Satu kali lagi kita laksanakan maka festival ini akan diambil alih oleh kementrian, pembiayaannya juga langsung diambil alih oleh kementrian. Insya Allah tahun depan juga kita akan laksanakan, ” ucap Sachrul.

Bupati pilihan rakyat ini mengatakan, gelar yang diberikan oleh Keraton Surakarta tak luput juga dari peran masyarakat yang mendukung penuh program pemerintah dalam pelestarian adat dan budaya.

Ia menuturkan, pihak Keraton Surakarta memberikan gelar kehormatan tersebut karena pihak keraton menganggap Bupati Boltim sebagai bagian dari Keluarga Keraton Surakarta dan itu menjadi sebuah kebanggaan.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kita bahwa di Sulut hanya ada satu kepala daerah yang diundang untuk diberikan gelar oleh Keraton Surakarta dan itu ada di Bolaang Mongondow Timur, karena pemerintah mengangkat budayanya dan masyarakat mendukung penuh dengan semangat, “ tutur Sachrul.

Tak lupa mantan jurnalis ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan pergelaran Java Culture Festival.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah Kecamatan Modayag, seluruh aparat dan perangkat desa, tokoh adat serta tokoh masyarakat yang berada Purworejo dan Liberia bersatu yang telah bahu membahu menopang berhasilnya acara ini, “ ucap Sachrul.

Acara puncak ini juga turut di hadiri langsung Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, mantan Bupati Bolmong, Marlina Moha Siahaan, Kapoles Boltim, Dandim Bolmong dan pejabat pemerintah Bolaang Mongondow Raya.

(Rill)