banner 728x250PemkabBolmutbanner 728x250

BPN Sediakan 2300 Sertifikasi Bidang Tanah Untuk Warga Boltim

Kepala BPN Boltim Yandry Rori
Kepala BPN Boltim Yandry Rori

MEDIAsatu.co, Boltim – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menargetkan sebanyak 2300 peta bidang bersertifikat pada tahun 2022, untuk warga Boltim.

“Tahun ini Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Boltim sebanyak 2300 bidang tanah, “ kata Kepala BPN Boltim, Yandry Rori kepada wartawan di kantor BPN, Kamis (13/1/2022).

Yandry, optimitis bisa mencapai target tersebut dikarenakan pada tahun lalu target 2250 sertifikat bidang tanah, pihaknya berhasil dengan program yang sama.

“Kita optimis dengan target tersebut, “ ucapnya.

Namun kata Yandry, untuk capai target sebanyak itu, ia meminta pihak pemerintah desa harus proaktif turun kemasyarakat melakukan pendataan tanah yang belum tersertifikasi.

“BPN menginginkan agar desa-desa yang sebelumnya (sertifikasinya) belum lengkap harus ditindaklanjuti, sehingga bidang tanah milik warga itu terukur dan terpetakan. Kemudian dilakukan pendaftaran seluruh bidang tanah ke BPN, “ terangnya.

“Kami berharap target pada tahun 2022 ini bisa terselesaikan dan masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum hak atas tanahnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Bolaang Mongodow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, telah menyerahkan 1000 sertifikat tanah kepada warga Boltim pada kegiatan pilot projeck pencanangan kampung reforma agraria di Desa Mooat, Kecamatan Mooat.

Pada kesempatan tersebut, bupati menyampaikan program pemerintah pusat ini adalah hal yang sangat luar biasa, lantaran sertifikat tanah sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar mendapat pengakuan terkait kepemilikan tanah.

“Sertifikat tanah program pak presiden memang dibutuhkan, baik untuk rumah tinggal maupun bidang lainnya,” kata bupati.

Ia berharap dengan sertifikat tanah ini bermanfaat serta dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani karena sudah tenang dalam menggarap tanah atau lahannya.

“Saya berharap warga yang telah menerima sertifikat tanahnya bisa fokus pada peningkatan produksi karena sudah aman, tidak ada lagi yang bisa mengkalim tanah yang sudah tersertifikasi,” ujarnya.(Rill)