Siap Siap Dipecat Perangkat Desa Tak Mau Vaksin

oleh -
foto ist
foto ist

MEDIA satu.co, Boltim – Antusias warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan vaksinasi Covid-19 mulai tinggi. Hal ini terlihat ketika dinas kesehatan Boltim intens turun langsung ke lorong-lorong atau pemukiman warga melakukan vaksinasi.

Vaksinasi juga kini menjadi salah satu syarat untuk mengakses berbagai fasilitas publik hingga melakukan perjalanan.

Meski demikian, ada juga warga yang belum siap melakukan vaksinasi dengan alasan memiliki penyakit bawaan yang menurut mereka itu bisa bahaya bagi kesehatan jika setelah divaksin.

Namun untuk perangkat desa di Boltim tidak demikin, semua diwajibkan melakukan vaksinasi guna mencegah virus corona.

“Bagi perangkat desa diwilayah Kecamatan Kotabunan semua harus divaksin, “ tegas Camat Kotabunan Frida Monoppo, Selasa (2/11/2021).

Menurut Frida, kenapa perangkat desa harus vaksin. Pasalnya, kata dia, mereka sendiri adalah orang yang selalu mengajak warga melakukan vaksin, namun kenyataannya mereka sendirin yang tidak mau divaksin.

“Para Sangadi (kepala desa) segera berhentikan aparat desa yang enggan melakukan vaksin, “ tegasnya.

Tetapi kata Frida, kalaupun memang ada perangkat desa beralasan punya penyakit bawaan sehingga tidak mau disuntik vaskin, mereka harus punya surat keterangan dari dokter setempat bahwa pasien ini belum bisa divaksin.

“Harus ada keterangan dokter kalau memang punya penyakit, “ katanya.

Diketahui mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan tak bisa langsung mendapatkan vaksinasi Covid-19. Seperti dilansir dari situs resmi Satgas Covid-19,  ada beberapa daftar orang yang tak boleh diberi vaksin Covid-19.

Pertama, orang yang sedang mengalami demam dengan suhu di atas 37,4 derajat Celcius harus ditunda lebih dahulu untuk mendapatkan vaksin.

Kedua, hal sama terjadi untuk ibu hamil yang harus menunda divaksin sampai kelahiran anaknya.

Ketiga, vaksin Covid-19 juga tidak boleh diberikan kepada orang yang mengidap hipertensi tidak terkontrol dengan tekanan darah di atas 180/110 mmHg dan tetap tinggi setelah diulang pemeriksaannya sebanyak lima kali sampai 10 menit kemudian.

Keempat, orang yang mengalami alergi berat setelah menerima vaksin Covid-19 dosis 1, maka ia juga tidak bisa mendapatkan vaksin dosis 2.

Kelima, orang yang mengidap autoimun seperti asma dan lupus yang disarankan untuk menunda divaksin jika kondisi sedang akut atau belum terkendali.

Keenam, orang yang sedang mendapatkan pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah

Ketujuh, orang yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan, seperti kortikosteroid dan kemoterapi.

Kedelapan, orang yang mengidap penyakit jantung berat dan dalam keadaan sesak.

Kesembilan, lansia yang menjawab ‘ya’ pada lebih dari tiga pertanyaan sesuai format skrining vaksinasi.

Riel

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *